Roadshow Cerita Rakyat Etam Digelar di SMP Negeri 1 Muara Badak

  • Jun 23, 2026
  • Suhartini

Muara Badak, 17 Juni 2026 — Kegiatan bertajuk Roadshow Cerita Rakyat Etam sukses diselenggarakan di SMP Negeri 1 Muara Badak pada Rabu (17/6). Acara ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya daerah yang diinisiasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rahmawati, S.Pd selaku perwakilan dari pihak sekolah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana edukasi bagi siswa dalam mengenal dan mencintai budaya lokal, khususnya cerita rakyat khas Kalimantan Timur.

Acara menghadirkan narasumber Fitri Susilowati dari Komunitas Kampung Dongeng Etam Kaltim yang dikenal aktif dalam menghidupkan kembali tradisi mendongeng di kalangan generasi muda. Dalam sesi penyampaiannya, Fitri membawakan berbagai cerita rakyat Etam dengan gaya interaktif dan menarik, sehingga mampu membangun antusiasme para siswa.

Kegiatan ini dipandu secara meriah oleh Suhartini yang berhasil menciptakan suasana hangat dan penuh semangat sepanjang acara. Partisipasi aktif siswa-siswi SMP Negeri 1 Muara Badak turut menambah keseruan, terlihat dari antusiasme mereka dalam mengikuti sesi tanya jawab maupun interaksi selama dongeng berlangsung.

Diketahui, program Roadshow Cerita Rakyat Etam ini diselenggarakan secara terbatas dan hanya menjangkau 10 sekolah di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Hal ini menjadikan SMP Negeri 1 Muara Badak sebagai salah satu sekolah terpilih yang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara bertujuan untuk menyampaikan dan mengenalkan budaya cerita rakyat kepada generasi muda melalui metode mendongeng yang edukatif dan menghibur. Diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang terkandung dalam cerita rakyat. Roadshow ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda di era modern.